2022

Been 8 days since 2022 was happening.

Ceritanya harus dimulai darimana?

2021 was quite hard for me, at first.

But, in the end of the year, alhamdulillah, I survived!

Karena kurang begitu inget juga apa yang terjadi beberapa hari ini, jadi untuk mempersingkat pikiranku sendiri, mari kita ngomongin hal-hal yang terjadi hari ini dan lebih-lebih kemarin.

Kemarin (7/1) ngga ada hal spesial yang terjadi, selain aku harus bangun pagi karena satu dan lain hal, yang mengakibatkan migrain di tengah hari sampai sore, sampai harus minum obat juga, krn kalo dibiarin akan makin berasa mau pecah kepalanya. At night, setelah sekian lama, aku mau keluar lagi buat berinteraksi sama orang berbalut nongkrong hehehe. Tbh, beberapa waktu ini aku menghindari kegiatan ini, karena pembicaraannya berputar di itu-itu aja, ngga memberikan tambahan value untuk kehidupanku juga, jadi cukup membuang waktu buat aku yg sangat mencintai waktu rebahan. A thing happened, yang sampai aku ngetik ini juga masih kepikiran. Bukan yg bikin kepikiran sampai gimana-gimana, bukan, tapi lebih ke sakit hati sih kayanya aku hahahaha..

Aku, orang yg sangat menganut some things happened for a reason, terlebih untuk hal-hal yang sifatnya kasat mata, bukan yang terkait dengan perasaan. Krn hal itu, aku seringkali harus menerima pernyataan dari orang-orang sekitar kalo aku berlebihan, aku emosian, aku pemarah, dan ini itu, semuanya. Kalo kebetulan moodku lagi bagus sih, bakal cuma mampir aja di kuping, ngga sampe diproses di kepala. Tapi ngga buat kejadian semalem. Hanya krn sebagian orang ngga diciptakan dgn tingkat sensitivitas tinggi, bukan berarti orang dengan sensitivitas tinggi tuh gaada kan? I remembered it exactly, tadi malem aku disaranin buat ke psikolog hanya krn aku mendebat omongan orang lain yang ngga masuk di akalku. Dude, who are you? Mungkin buat dia, dengan mengiyakan omong kosong dan hal-hal tidak beralasan itu, akan bikin segala sesuatunya cepet selesai. Dengan dalih, "kenapa harus dibesar-besarin sih?" I see... I see. I let you be.

Aku ngga akan mendebat hal yang sifatnya principal. Tapi kalo kamu, kalian, siapapun yang bahkan tau 1% dari hidupku aja ngga, berani buat komentar hal-hal yang sifatnya principal atas aku, I got to go. Aku ngga akan ada lagi di lingkaran kehidupan yang kalian tinggali.

Jadi, aku yang terlalu sensitif atau kalian aja yang kelakuannya keterlaluan?

Komentar

Postingan Populer