Caramel Macchiato

Today,
a year ago,
I had some mixedfeelings I could never explain.

Tahun lalu, aku kehilangan satu-satunya orang yang paham apa yang terjadi di aku selama 4 tahun ke belakang. Satu-satunya orang yang punya cerita 100%. Sebagian besar orang yang kenal aku merasa berhak untuk komentar A sampai Z padahal apa yang mereka tau cuma 10% dari kenyataannya. Hal itu juga sebenernya yang lumayan sering bikin aku sakit hati, cuma I would never explain why because I didn't have to. Dia, adalah satu-satunya orang yang setiap aku cerita apapun, respon pertamanya,

"Kamu mau didengerin aja atau aku perlu kasih saran dan masukan juga?"

Satu-satunya orang yang paham kalo aku mulai bertingkah aneh di medsos, yang orang lain pasti anggep itu hal yang biasa aja,

"You okay, Me?"

The moments I had spent with you was the greatest.


Bahkan sampai hari ini, aku ngga yakin kalo di kehidupanku yang mendatang, aku bisa dikasih kesempatan lagi untuk ketemu orang ky kamu. I think I will regret to say these kind of things, someday, tapi untuk saat ini writing is my best cure. Setidaknya nanti, kalo aku lihat balik ke belakang, aku tau kalo hari ini aku kepikiran ini.

Setahun ini, aku simpen semuanya sendiri.

And as what I have said to you, I am doing everything fine.

Even without you. :)

Bangga ngga? Hahahaha

TMI. Aku lupa sejak kapan, tapi sekarang aku udah ngga lagi minum venti caramel macchiato. Venti was just too much for me and caramel macchiato was too sweet. I couldn't bare the sweetness. I only drink ice americano these days. Bahkan selain kamu, hal-hal yang terkait pun juga mulai pudar ya.

For good.

Komentar

Postingan Populer