LTY
This blog will fully just about Meidy being Meidy. Aku yang bisa mellow sendiri karena tiba-tiba keinget satu dan lain hal, bisa tiba-tiba juga happy karena satu dan lain hal yang lain. Jadi, dari postingan satu ke postingan yang lain vibes-nya bener-bener akan sangat beraneka ragam. And again, I'm trying to embrace whatever kind of feeling that I feel.
if I were asked, what makes me happy these days, I would say this man.
Sebenernya ini akan berkaitan sama hal yang pgn aku bahas di postingan The Books, cuma gapapa deh aku singgung dikit.
Setahun yg lalu, waktu aku lagi berusaha untuk dealing dengan banyak hal, tiba-tiba aku jadi into kpop, yang mana sesungguhnya itu hal yang tergolong haram untuk seorang Meidy. Aku nonton si drama korea, tapi untuk kpop, I would absolutely say no. Dulu, tapi.
2020 lalu, aku sampe sempet bikin second account di Twitter, biar lebih leluasa kalo mau bahas soal bujang-bujang kpop ini. Karena apa? Karena waktu awal-awal aku mulai ada tanda-tanda ke arah sana, beberapa orang di sekitarku merasa kayak yg, "Ih....", "Iuhhh...apaan sih plastik.", "Ga laki banget sih." dan lain sebagainya. Di kondisi lagi dealing dengan permasalahan yang lain dan harus mendengarkan hal-hal yang mungkin akan menambah sakit hatiku, jadi daripada berpengaruh buruk ke kondisiku juga akhirnya aku memutuskan untuk membuat safe space sendiri hahaha dan sampe sekarang pun akunnya masih ada, meskipun udah ga pernah aku pakai lagi karena sekarang aku posting aja di main account. Bodo amat.
Selain itu, ada sebagian orang juga yang pada saat itu menjadikan aku sebagai bahan bercandaan mereka, padahal mereka tau betul kondisiku seperti apa. Entah berapa kali aku memilih diam dan gak merespon apapun, karena as what you can predict, sekalinya aku ngomong, yang keluar hanya akan kalimat jahat yang mungkin bisa menyakiti siapapun yang mendengarkannya, dan meskipun itu mungkin layak untuk kalian terima tapi aku saat itu sama sekali gaada energi untuk menyakiti hati siapapun.
Sebenernya juga sampai hari ini pun sebagian orang itu masih sering melakukan hal serupa, mungkin yang ada di pikirannya, aku udah baik-baik aja, jadi kejadian yang udah lalu itu udah aku lupain dan gaada artinya apa-apa. Padahal masih bikin aku trauma. Mereka juga bisa dengan santainya mengungkit kejadian itu dan membandingkan aku yang hari ini dengan aku pada saat itu, mengabaikan semua perasaan yang sedang berusaha untuk aku terima, dan proses yang aku lalui untuk bisa sampai di hari ini.
Padahal yang berhak untuk membandingkan aku hari ini dengan aku yang kemarin, ya cuma aku.
Then, what is the correlation between these two? I'd say many. Their existence literally brings me joy I have never imagined and ever thought of. The sparks are quite beautiful and give me so much hope to keep staying alive. Karena gak terhitung berapa kali rasanya aku pgn nyerah atas apa yang aku alami, gimana respon perilaku lingkunganku yang justru ngga ngasih support yang aku butuhin, tapi karena keberadaan hal-hal ini hola I'm here.
Lengkapnya akan aku ceritain nanti! Kalo lagi senggang dan pgn nulis panjaaaaaaaang >< karena ini akan sangat panjang. Di sini aku cuma lagi pgn posting Lee Taeyong aja hahaha..~
Komentar